Slide Pura Penataran Ped.

Alamat: Banjar Bodong. Desa Ped. Nusa Penida. Klungkung. Bali Indonesia

Kalingking Clift Nusa Penida

Alamat: Banjar Karang Dawa. Desa Bunga Mekar. Nusa Penida. Klungkung. Bali Indonesia

Panorama Pulau Ceningan

Alamat: Pelabuhan 2 Banjar Nyuh. Desa Ped. Nusa Penida. Klungkung. Bali Indonesia

Angels Billabong

Alamat: Banjar Sompang. Desa Bunga Mekar. Nusa Penida. Klungkung. Bali Indonesia

Teletubbies Hill

Alamat: Banjar Hanta. Desa Tanggal. Nusa Penida. Klungkung. Bali Indonesia

Welcome to the site that serves transportation around the island of Nusa Penida

Jumat, 25 Agustus 2017

Sitemaps

Sitemap

Babad Dukuh Jumpungan

Babad Dukuh Jumpungan OM Awignam mastu nama sidyam. Nihan tingkahing pretiwi, tur hana gunung luhur, tan hana manih ngaluhurin gunung ika

Testimoni

Beberapa pernyataan dari rekan sobat dan kerabat yang telah mempergunakan jasa kami di Nusa Penida.

Galery NP

Kalingking Clift  Kalingking Clift 2 Angels Billabong Tembeling Natural Water  Broken Beach Atuh Beach    Pelabuhan 1 Banjar Nyuh Desa Ped, Nusa Penida Sanset Pantai Utara Nusa Penida Teletubbies Hill Atuh Beach 2 Crystal Bay Goa Giri Putri  Suwehan Beach .

Obyek Wisata di Nusa Penida

Slide Obyek Wisata di Nusa Penida .

Pura Penataran Ped NP

Pura Penaran Ped Nusa Penida.

Parahyangan di NP

Parahyangan di Nusa Penida Om Swastyastu

Pesona Nusa Penida

  Di Dalam Goa Giri Putri Pintu masuk Goa Giri Putri. Goa Giri Putri,

Paket Tours Nusa Penida

Paket Tours Nusa Penida  Rute Tours Nusa Penida Selamat datang di Situs Transport Tours Nusa Penida Pelayanan jasa Transportasi/Acomodasi dan Informasi  di Nusa Penida

Legenda Pasih Uug

Legenda Pasih Uug/Broken Beach Legenda Pasih Uwug/Laut Rusak Pasih Uwug

Hubungi Kami

http://toursnusapenida.blogspot.co.id/2016/10/hubungi-kami_24.html Selamat datang di Halaman alamat lengkap kami. di Nusa Penida kami di kenal dengan:

Tirtayatra 11 Pura

Tirtayatra di 11 Pura .  Untuk perjalanan Tirtayatra di sebelas lokasi Pura yang ada di Nusa Penida ini,

Tirtayatra 9 Pura .

Tirtayatra di 9 Pura .  Untuk perjalanan Tirtayatra di sembilan lokasi Pura yang ada di Nusa Penida ini

Tirtayatra 7 Pura

 Tirtayatra di 7 Pura .  Untuk perjalanan Tirtayatra di tujuh lokasi Pura yang ada di Nusa Penida ini

Paket Tours 1H 1 M

http://toursnusapenida.blogspot.co.id/2016/10/paket-tours-1h-1-m.html# ( I )    1. Paket Tour Nusa Penida 1H 1M  Code Order 01PT1H1M       A. Include #  Tiket Bout Sanur-Nusa Penida PP

Paket Tirtayatra

http://toursnusapenida.blogspot.co.id/2016/10/paket-tirtayatra.html Paket ini kami tawarkan hanya kendaraan dan driver mulai dari menjemput di pelabuhan kedatangan

Rute Tours Nusa Penida



Rute Tours Nusa Penida




Sabtu, 31 Desember 2016

Tours Murah di Nusa Penida

Sudah termasuk antar jemput dari pelabuhan dan ke pelabuhan Speed  Bout

Minimal 2 orang.
Silahkan pilih beberapa spot yang ada di Nusa Penida, dan lakukan pemesanan untuk mengecek ketersediaan kami pada tanggal yang anda maksud. Cara memesan sudah kami sediakan pada halaman khusus.


Broken Beach
Teletubies Hill


Kalingking Clift


Banah Clift
                                          
Angel's Billabong
 
                                                                                                  
 Untuk kunjungan satu hari langsung balik, 
kami sarankan setiap spot yang dipilih hendaknya dikonsultasikan dahulu dengan kami, 
agar tidak terjadi salah paham.


 Atuh Raja Lima


Pasih Andus
Atuh Beach

                                                             

Crystal Bay Beach

Goa Giri Putri
  
Untuk kunjungan satu hari langsung balik, 
kami recomendasikan untuk memilih 3 spot yang ada. 
Karena waktu sangat terbatas.

Suwehan Beach
 Untuk layanan ini semakin banyak anggota anda, 
akan semakin murah harga dalam setiap spot yang kami tawarkan untuk anda.
Guyangan Water Fall

 MARI KITA KOMONIKASI SEBELUM MELAKUKAN TRANSAKSI
KHUSUS UNTUK TOURS MURAH INI.


ANDA AKAN MENGENAL LEBIH JAUH SETELAH ANDA MENGGUNAKAN.


KESELAMATAN DAN KENYAMANAN ANDA KAMI PRIORITASKAN. KEPUASAN ANDA, ADALAH KEBAHAGIAAN KAMI






















Kamis, 29 Desember 2016

4 Pura di Nusa Penida

4 Pura di Nusa Penida.

4 Pura ini diantaranya   1. Pura Segara Penida
                                      2. Pura Dalem Bias Mentig
                                      3. Pura Penataran Ped.
                                      4. Pura Batu Medau.


1. Pura Segara Penida ada di tepi pantai Nusa penida bagian barat yang kini pantai ini di kenal dengan nama Crystalbay, ada di Banjar Penida. Desa Sakti Kecamatan Nusa Penida.

Sesuai dengan babad Dukuh Jumpungan yang kami miliki, konon Pura ini merupakan tempat tinggal beliau Dukuh Jumpungan serta merupakan tempat pertama kalinya beliau menginjakan kaki di daratan Gili Nusa Penida. Jika kita tilik status Pura ini berdasarkan babad Dukuh Jumpungan tentunya Pura ini  adalah Pura Dhang Khayangan. Berikut ini kami sertakan cuplikan babad Dukuh Jumpungan yang kami rasa ada kaitannya dengan Pura Segara Penida.

I Dukuh Jumpungan taler magenah ring Jagat Nusa, ring tepining segara Tukad Penida, Putran nyane sami ia polih genah, sane sareng magenah ring tepining tukad Penida Ida taler mekarya kain belacu,


2. Pura Dalem Bias Mentig ada di tepi pantai Nusa Penida bagian barat, tepat nya di Banjar Nyuh. Desa Ped. Nusa Penida. yang juga merupakan sebuah Desa Pakraman yaitu Desa Pakraman Nyuh Kukuh. Yang mana Pura ini sesuai dengan babad Dukuh Jumpungan konon tempat ini merupakan tempat yang sengaja di mohon oleh I Renggan dan putra - putranya, sehingga permohonannya dikabulkan oleh beliau yang berstana di Gunung Agung. Berikut cuplikan ceritranya yang termuat di babad Dukuh Jumpungan.

I Renggan mapinunas kesarengin baan putran – putran nyane sami, saking irika I Gutra mapinunas wantah nunas Jagat Nusa Penidane kabeh. Mewastu Dewane ring Gunung Agung asung ia lugraha tur kaserahang teken I Gotra saha ia anyeneng dadi Dewa Nusa Penida ngaran. Magenah ia I Gotra ngaran I Mecaling ring Bias Mentig,


3. Pura Penataran Ped.   Pura ini berada di tepi pantai uttara Nusa Penida yang terkenal dengan nama Pura Dalem Peed. Tepatnya Pura ini berada di Banjar Bodong. Desa Ped. Nusa Penida. Sesuai babad Dukuh Jumpungan Pura ini merupakan titik pusat pemerintahan di Pulau Nusa Penida yang Rajanya adalah beliau yang bergelar Dalem Dukut setelah beliau Dalem Dukut mampu mengalahkan adiknya I Gotra yaitu Dalem Sehang yang menjadi Raja Nusa Penida. Dan tempat ini juga merupakan pemberian dari I Gotra. Sehingga kita tidak bisa menyatakan status Pura ini dengan status lain selain Dhang Khayangan. Berikut ini kami juga sertakan cuplikan ceritra yang kami ambil di babad Dukuh Jumpungan.


raris ida Dalem Dukut mangda angamel Jagat Nusa Penida ne, saking I Gotra ngandikain ida Dalem Dukut mangda angamel Jagat Nusa Penidane.
 


Hana saking I Gotra I Mecaling ida dadi patih agung meparab Ida Ratu Gede Papak Badeng Dalem Nusa Penida, Magenah ida pada ring jagat Ped Nusa Penida, Ida Dalem Nusa ngaran magenah ring lor kuloning Nusa Penida ring tepining Segara tampek ngaran Bias Mentig, Ida Dalem Dukut magenah ring loring Nusa Penida ngaran magenah ring tepining Segara Jagat Ped Nusa Penida,

4. Pura Batu Medau. dan terakhir atau Pura yang ke empat juga berada di tepi pantai utara Nusa penida tapi agak ke timur, Pura ini berada di Banjar Suana. Desa Suana Kecamatan Nusa Penida. konon keberadaan Pura ini atas permintaan dari beliau Dalem Sehang sebagai ganti atas nyawanya yang diinginkan oleh Dalem Dukut, setelah permintaannya di sanggupi oleh beliau Dalem Dukut, Beliau Dalem Sehang pun akhirnya pergi tanpa harus dibunuh dan menghilang, demikian pula diikuti menghilangnya mata air yang mengairi Nusa Penida atas pastu dari beliau Dalem Sehang. Berikut ini kami juga tampilkan cuplikan dari babad Dukuh Jumpungan yang mengisahkan hal ini: 
Nah ne beli nyak lakar mati, nanging disubane beli ngalahin mati, kewala gaenang beli palinggih ring tepining Jagat Nusane sane ring tepining Segara kaja kangin. Ditu beli gaweakna palinggih Meru tinumpang sawelas aranakna Batu Medau, apan pematin beline mati kedawuhin, beli pacang mati ngalahin Iraka beli adi. Tur toya hana ring pucak Gunung Mundine ento lakar aban beli ke Segara, lumaris sira makerua atanding yuda,  
Demikian pengunjung yang kami hormati, secuil info yang kami copy dari babad Dukuh Jumpungan, yang terkait dengan empat Pura yang telah pula kami sampaikan keberadaannya, Semoga pula info yang alakadarnya ini bisa memberikan atau paling tidak menambah setetes pembendaharaan pengetahuan pengunjung khususnya tentang Pura yang ada di Nusa Penida. Sehingga kepergian pengunjung menuju Nusa penida untuk Matirtayatra bisa direncanakan sebelumnya Pura mana kiranya pengunjung datangi terlebih dahulu. Dengan demikian kami yakin keikhlasan berkorban akan muncul saat melakukan Tirtayatra sehingga tidak ada lagi kalimat ( Itung2 Tamasya ke Nusa Penida )
Buat pengunjung yang suka membaca babad, silahkan klik link di bawah ini, pengunjung akan di bawa kelaman Babad Dukuh Jumpungan yang merupakan sumber kami dalam memberikan info tentang Pura di Nusa penida.  Terima kasih.

Jumat, 21 Oktober 2016

Parahyangan di Nusa Penida

Parahyangan di Nusa Penida



OM Sawastyastu.


Pengunjung yang kami hormati, pada lembaran ini kami akan mencoba untuk menampilkan data data Pura yang ada di Nusa penida, mudah - mudahan usaha kami ini mendapat restu dari beliau yang berstana di masing - masing Pura yang akan kami posting melalui blog ini. 

Adapun maksud dan tujuan kami memposting data - data Pura di Nusa Penida, pertama kami ingin berbagi informasi tentang Nusa Penida. Adapun yang mendasari kami membagi informasi ini yaitu, karena selama kami menjadi anak jalanan di Nusa Penida dengan predikat sebagai driver yang selalu stanby di Pelabuhan 2 Banjar Nyuh, Desa Ped, Nusa Penida banyak sekali kami menerima dan menjawab pertanyaan - pertanyaan dari para Pemedek khususnya yang ber agama Hindu terkait tentang keberadaan Pura di Nusa Penida.

Baiklah pengunjung yang kami hormati, sebagai mana yang telah kita ketahui Nusa Penida ini terdiri dari tiga pulau, 1 Nusa Penida, 2 Nusa Lembongan, 3 Nusa Ceningan.dan menjadi sebuah kecamatan yaitu Nusa Penida. Didalam usaha kami memberikan informasi tentang Pura di Nusa Penida, sebagai acuannya kami akan mempergunakan sebuah catatan kecil yang berupa buku bertuliskan tangan dengan aksara Bali yang kami temukan di Nusa Penida, buku tersebut berjudul Babad Dukuh Jumpungan.

Didalam babad tersebut kami rasa keberadaan Pura di Nusa Penida di Nusa Lembongan dan di Nusa Ceningan telah di terangkan secara gamblang, demikian pula didalam babad Pucak Mundi juga telah diterangkan, namun tidak tertutup kemungkinan masih banyak pula para pemedek yang belum mengetahuinya atau mungkin mengetahuinya dari teman sahabat kerabat bahkan mungkin mengenal melalui babad Nusa penida yang Baru, karena setelah kami amati di dunia maya maupun di darat banyak babad - babad Nusa Penida yang beredar dengan isi yang amat lengkap selengkap yang tak pernah kami bayangkan. Seolah - olah buku tersebut memblokir semua logika yang kami miliki sebagai manusia biasa yang sangat terbatas. Tidak sedikit pula Pura di Nusa Penida yang kami lihat numpang keren pada Babad Dukuh Jumpungan akibat dari ketidaktahuan atau mungkin dengan sengaja menampilkan diri agar terlihat paling depan.

Bila ternyata dalam informasi yang akan kami fosting ini salah menurut pembaca, itu bukan mutlak kesalahan kami, namun buku yang kami temukan ini pula yang ikut berperan membentuk kesalahan pada diri kami.Tapi bila apa yang kami sampaikan ini adalah benar adanya menurut pembaca, ini bukanlah semata - mata  sebuah kebenaran yang timbul dari kepintaran kami, namun ini kebenaran apa adanya dari isi buku yang kami pakai acuan dalam memberikan informasi tentang Pura di Nusa Penida.

Sebagai suguhan kami yang pertama buat pengunjung yang ingin tahu tentang isi buku yang kami temukan tersebut silahkan pengunjung klik Disini dan selanjutnya kami akan memulai mengkaitkan masing - masing Pura yang ada di Nusa penida dengan babad tersebut, namun mohon dengan segala hormat kami kepada pengunjung untuk meng klik sub menu dari halaman ini sesuai dengan judulnya masing - masing. dan kami akan tampilkan pula sedikit kalimat yang tertulis pada babad tersebut di masing - masing info yang tersaji.

Demikian yang bisa kami sampaikan sebagai awal kami memulai lembaran yang tak berguna ini, namun dengan segala kerendahan hati kami mohon maaf kepada pengunjung, apabila nantinya ternyata ada kalimat, kata-kata, yang kurang memuaskan, itu semua karena keterbatasan kami sebagai Putra Nusa Penida yang tak berpendidikan, namun besar harapan kami melalui lembaran dan blog ini kami bisa memberikan sedikit info yang bermanfaat pada pengunjung, sehingga tujuan pengunjung ke Nusa Penida mendatangi Pura - Pura yang ada sedikit lebih mendekati kebenaran yang ada dan tentunya akan sesuai harapan apabila didasari dengan hati yang tulus tanpa harus terganggu oleh bisiskan - bisikan dari luar yang memang sengaja dibentuk dan dipublikasikan untuk mengecoh pengunjung sekaligus agar tampil paling depan. Suksma.

Jumat, 14 Oktober 2016

Babad Dukuh Jumpungan

Babad Dukuh Jumpungan

OM Awignam mastu nama sidyam.
Nihan tingkahing pretiwi, tur hana gunung luhur, tan hana manih ngaluhurin gunung ika, ngaran linggih Bhetara Brahma, Bhetara Wisnu, Bhetara Iswara, muwah ngaran linggih Sang Hyang Siwa Pasupati. Muang Betari Rohini ngaran Bhetari Uma, ring pertiwi kabeh. Iki tingkahing tatwa I Renggan hana saking prenah kompiang I Dukuh Jumpungan. Ia hana ngaran saking putran Bhetara Guru muang I Branggi Putran Bhtara Guru. Sangkaning ia mewasta I Dukuh Jumpungan duaning ia dados dukun dening ia ngusadain Bhetara – Bhetari kabeh, ika ia mengaraning Dukuh Jumpungan apan ia sakti tur pradnyan wicaksana. Putran I Dukuh Jumpungan muang Ni Mrahim madue putran macaling, mengaran I Mrajen I Mrajan ika. Dados Merajan merabi ring Lundah, Ni Mrahim meduwe putra mengharan I Gutra, I Mecaling mengaran Ida Ratu Gede Dalem Nusa, Sametone mengharan I Agung Dalem Sahang, hana mengharan Ni Tolih, Ni Pari, I Renes, I Angga, I Rona, sami ia hana ring jagat Nusa. 
 
I Dukuh Jumpungan hana ia rumuhun ring Penida , laut ia hangawe lolowan ring penida pitung rahina, raris I Dukuh Jumpungan ia mengenah ring tepining segara ring lolowan Penida ring jagat Nusa , Dewane ring puncak gunung Mundi hingaraning istri ia maharan Dukuh Cemeng, sesai akarya kain kasa tur hana Dewa mula irika ngaran Dewa Ni Rohinin megenah ring puncak gunung Mundi jagat Nusa Penida. Dewane sane magenah ring tepining segara ring tukad Penida I Dukuh Jumpungan, sane kari ia ring jagat Bali ingaraning Dewa Nawa Sanga I kober Putih, I Kober Kuning, I Koder Ireng , I kober Bang , I Kober Manca Warna megenah ring jagat Gelgel Bali. Sane malinggih ring gunung Agunge di Bali, ngaran Bhetara Brahma, Bhetara Wisnu , Bhetara Iswara muang Sang Hyang Siwa Pasupati, muang Dewi Putri ngaran Bhetari Uma, muang dewane di Toh Langkir ngaran Dewa Bhetara Sambhu. 
 
Dados hana kayun ida, sane malinggih ring gunung Agung tan becik rikalaning Ida macingak ring gunung jagat Nusane ring puncak Mundi . apan ia istri ngaran tan wenang tegehan, laut ia kalangseg gunung Mundi ne, apan ia landung tegeh magolengan, antuk Ida Bhetara sane malinggih ring muncuk Gunung Agunge ring jagat Bali. Matemahan bah mabriyug gunung Jagat Nusa Penidane, bah kelod kangin, muncuk nia mengaran Bukit Tunjuk Pusuh, dening samangkana matemahan kroda Dewane sane malinggih ring Gunung Nusa Penida, Dados I Renggan ia prenah kompyang I Dukuh Jumpungan ia nunas panugrahan ring Bhegawan Weswa Karma, tur gelis ia uning saha pradnyan anggawe Prahu muwah sarwaning wewangunan, 
 
Tur hana manih Bhetara Ghana ngalugrahin I Dukuh Jumpungan saluiring pacang hana ring Idep nyane I Dukuh Jumpungan, Tur Bhetara Baruna amaweh ia I Renggan panugrahan tan bisa mati. Lawut hana idep nyane I Renggan ia pacang mintonin kesakten idep nyane, apan ia mahan panugrahan Sang Hyang Ghana Bhetara Baruna,
muwah nyoba kesakaten Bhetara ne sane malinggih ring pucak Gunung Agung ring Jagat Bali, apan ia pada kebrahmantiyan, wastu idep nia I Renggan praya nrejang Gunung Agung jagat Bali ne dening Prahu, lawut katuwunang Prahune ring tepining segara Penida.
Duaning Bhetara Toh Langkir ring puncak Gunung Agung sampun Ida macingak, tumuli raris Ida aminta tulung ring Bhetara Indra, den sida kalah I Renggan, Ida Bhetara Indra digelis eling ring I Renggan sane polih waranugraha saking Ida Bhetara Baruna melarapan pastu I Renggan tan bisa mati – mati, irika digelis Ida Bhetara Indra tangkil ring Ida Bhetara Baruna, Ida Bhetara Baruna sumanggup pacang munahang idep muwang kesaktiyan nia I Renggan. Nanging hana sabda nira Bhetara Baruna ring Ida Bhetara Indra, tan dadi ia pejahang I Renggan, 
 
Risampun sami cumawis bebawosan, di gelis Ida Bhetara Indra lumampah saha ngadeg nyantosang ring Jagat Nusa Penida ring bucu kaja kawuh, saking irika Ida nyingakin, raris prapta ikang Prahu nia I Renggan ring tasik melayar tan kepampangan pelayar nia mangutara, dening samangkana lawut Bhetara Indra nengkejutin dening sabda, “ Ih dadi iba tumben Prahu melayar ring segara, pacang kija iba jani? Risadakalania Prahu ika mebatekan, wastu cengangelan nia I Renggan, saha tan larapan nia anglepas talin layare, rehning angrungu ikang sabda ring tepining Jagat Nusa Penida
tan hana sinangkan nia, 
 
Dening layar Prahu ika sampun supenuh medaging marut, wastu nyulempang ikang Prahu tur kelem aparo, ika nimitaning mengaran Tanjung Galumpang Gili Ceningan, apan hana layar bidak nia kari ngenah kelep – kelep putih, ika ingaranan Jagat Lembongan, Rehning kepanggih kacingak saking Jagat Nusa Penida ring tepining nusane pinih kaja kawuh, ika nimitaning mengaran Tanjung Kuning muwah Tanjung Akuh, riantuk nyantos malingkuh Prahune kacingak saking irika, laju sira para sanak putunira I Renggan macebur tur melangi ring segarane saha nyujur tepining Jagat Nusa Penida, tur sida prapta ring Jagat Nusa, dadi ia I Renggan nu idup, tan sinipi kebrahmantiyan nia, wastu malih ia I Renggan anggawe Prahu.
 
Lawut kemargiyang Prahu inucap kasorogang ring dangin pukuh bukit Tunjuk Pusuh, tur kaselag di tengah lolowan jagat Nusane ia ngulah utara ngantos sampun rawuh ring tengahing segara, wastu pegat sahak jagat Gunung Nusa Penida ngantos doh ring wetan, dados punika ke wastanin Jagat Sasak, dados malih Prahune I Renggan tan sida pacang nrejang Gunung Jagat Bali ne, Dening ia taler kacingakin antuk Ida Bhetara ring Toh Langkir, dados malih Ida Bhetara Indra aminta lugraha ring Ida Bhetara Baruna, lawut kategul Prahune I Renggan kapuket – puket dening Gurita agung, dening asapunika wastu tan sida maglunjitan ikang Prahu satwinaluyania kadi batu magumi, Prahu I Renggan punika raris kewastanin Batu Biyaha, yukti kalah punah idep nia I Renggan. Malih nia I Renggan mapinunas makelaminia, dening Prahu ika sampun marupa bukit batu mawit irika malih nia
 
I Renggan mapinunas kesarengin baan putran – putran nyane sami, saking irika I Gutra mapinunas wantah nunas Jagat Nusa Penidane kabeh. Mewastu Dewane ring Gunung Agung asung ia lugraha tur kaserahang teken I Gotra saha ia anyeneng dadi Dewa Nusa Penida ngaran. Magenah ia I Gotra ngaran I Mecaling ring Bias Mentig, sameton nia I Dalem Sahang magenah ring Bahingin jagat Nusa Penida, Lawut Ida Dalem Sahang ngamel Jagat Nusa Penida ne kabeh. Dados Ida Nyeneng Ratu Jagat Nusa Penida ngaran I Dalem Sahang magenah ring pradesa Bahingin ngaran.
I Dukuh Jumpungan taler magenah ring Jagat Nusa, ring tepining segara Tukad Penida, Putran nyane sami ia polih genah, sane sareng magenah ring tepining tukad Penida Ida taler mekarya kain belacu, sane magenah ring Jagat Ceningan ring Bakung Ida taler mekarya kain lelam, I Biya Raka ia magenah ring Sakenan ring Jungut Batu, sane Dewane ring Bukit Batu Biyaha ia meharan I Jiwang, sane Istri ia meharan I Yarum. Dewane di Padang Bay ia meharan I Rangga, Dewa ne di Sakenan Bali ia meharan I Rana, Dewane sane istri di Goa Lawah meharan Ni Puri, Dewane di segara ia meharan I Remes, Dewane di Bias Mentig Nusa ia meharan I Gotra I Mecaling ngaran Dewa ring Dalem Nusa, I Tolih ring Tunjuk, sametone Dalem Sahang ngaran magenah ring Jagat Nusa Penida ring Bahingin.ia ngamel jagat Nusa ne kabeh, 
 
Nanging hana idepnyane cacad saluiring hana panjak Nusane ia ngelah pianak jegeg mangda ngaturang ring Dalem Sahang, raina wengi wong istri ika, dadi sayan ageng meweh panjak Nusane kabeh, dados tangkil panjak Nusane rehning sampun merasa akeh ia pada nguningang. Ring sameton Ida Dalem Sahang sane malinggih ring Bias Mentig sane meharan I Gotra I Mecaling. Duaning akeh panjake sampun anguningang ring Ida Dalem Mecaling, wastu Ida tan Kengin Ida maduwe adi sameton idep nyane ala ngaran. Raris metangi tur memargi Ida meharan I Gotra I Mecaling pacang mituturin Ida Dalem Sahang, lawut mojar ida I Gotra ring Ida Dalem Sahang, Eda adi buka aketo angawa idep, dening adi ngamel Jagat Nusa ne kabeh, mula adi patut mituturin panjak adi kabeh ane angawa idep ala, Eda adi angawenin panjak adi ne sayan meweh, nora patut adi buka keto.
 
Lawut mesawur Ida Dalem Sahang” Ih beli dening tityang kojaranga angamel Jagat Nusa ne kabeh, nah ento ciriyang tityang panjak Nusa ne suba bakti, pada nyak sumuyub pada rep tekening tityang. Ento cirin tityange kanggo ngamel Jagat Nusa Penidane kabeh.
 
Malih mojar Ida I Gotra I Mecaling, yan keto pelaksanan adi, ento marupa ala idep adine ento ngaran. Paling melah lepasang adi angamel Jagat Nusa Penidane kabeh, lawut Ida masemu jengis tur kebrahmantyan Ida Dalem Sahang ring rakan idane I Gotra I Mecaling, Ida I Gotra wantah misadya pacang nandingin mayuda, premangkin raris ida angunus senjata keris luwih anebek – nebek ida Dalem Sahang, nanging tan sida I Gotra 
 
I Mecaling pacang ngalahang ngemademang ida Dalem Sahang, ngantos merareyan.
I Gotra I Mecaling ngaran, raris mapinunas ida I Gotra I Mecaling ring Dewane ring Gunung Agung, asung ia lugraha I Mecaling padang kasna, rupan padange ika sami putih – putih, akeh ia wenten ring Gunung Agung Besakih, lawut winantranin tur kepasupatinin padang kasna ika, wusan ia kepasupati marupa ia anak alit.
 
Risesampun ia marupa duwur raris ia kewastanin I Dalem Dukut, dening ia sampun dewasa ida Dalem Dukut, lawut ida mangkin keaduang ngelawan ida Dalem Sahang. Ida Dalem Dukut angawa keris Ratna Kencana tur kedagingin lengis paruhning Manuk Dewata, mangdane sida ngemademang ida Dalem Sahang, ida Dalem Dukut kairing antuk I Gusti Jelantik Bogol, dening mangkana wastu hana ujar nira Dalem Sahang sadurung nia pejah. Nah ne beli nyak lakar mati, nanging disubane beli ngalahin mati, kewala gaenang beli palinggih ring tepining Jagat Nusane sane ring tepining Segara kaja kangin. Ditu beli gaweakna palinggih Meru tinumpang sawelas aranakna Batu Medau, apan pematin beline mati kedawuhin, beli pacang mati ngalahin Iraka beli adi. Tur toya hana ring pucak Gunung Mundine ento lakar aban beli ke Segara, lumaris sira makerua atanding yuda, dahat rames yudane saling tebek katebekin, akeh para pangiring dane I Gusti Jelantik Bogol ngemasin pejah, lawut katimbalin ida Dalem Dukut anebek ida Dalem Sahang tumuli ida Dalem Sahang ngemasin pejah. Dados kairing pejah nira Dalem Sahang antuk prajurit dane I Gusti Jelantik Bogol, dening akweh sane ngemasin mati.
 
Sisaning pejah mayuda kari ia keadanin Si Wayan, Si Made, Si Nyoman, Si Ketut, wusan yuda ika kagelar wastu hilang nyat ikang toya Danu ne ring pucaking Gunung Mundi, rawuh mangkin ia itoya tan ngenah Danune ring Jagat Nusa Penida, raris ida Dalem Dukut mangda angamel Jagat Nusa Penida ne, saking I Gotra ngandikain ida Dalem Dukut mangda angamel Jagat Nusa Penidane.
 
Hana saking I Gotra I Mecaling ida dadi patih agung meparab Ida Ratu Gede Papak Badeng Dalem Nusa Penida, Magenah ida pada ring jagat Ped Nusa Penida, Ida Dalem Nusa ngaran magenah ring lor kuloning Nusa Penida ring tepining Segara tampek ngaran Bias Mentig, Ida Dalem Dukut magenah ring loring Nusa Penida ngaran magenah ring tepining Segara Jagat Ped Nusa Penida,
 
Makelamin nyane ida Dalem Dukut angamel Jagat Nusa Penidane, kewala tan becik kerasayang ring manah dening tan kesarengin antuk ida Dalem Nusa Papak Badeng Gede Mecaling, irika tumuli ida Dalem Dukut aminta kadi memaksa sumangden nya ida Dalem Nusa Papak Badeng Gede Mecaling nyarengin magenah ring puri, wastu ngantos kepaid tangan ida Dalem Nusa Papak Badeng Gede Mecaling sumangdan nyane mangiringang, dening mangkana wastu ngiring Ida Dalem Nusa magenah ring Puri. Tur sadya ngabih linggih Ida Dalem Dukut angamel Jagat Nusa Penida, ngaraning magenah ring tepining Segara lor Puri.
 
Ida Dalem Dukut sesai Ida kayun memargi mapikat titiran, tur sesai pemargan Idane kesarengin antuk Ida Dalem Papak Badeng Gede Mecaling Ida Dalem Nusa, Mungguing rabin Ida Dalem Dukut ida Ratu Ayu Mas Maketel serahina – rahina ring perantenan mekarya ajengan, kesarengin antuk Putrin Ida Istri sane mangaran Ni Ratu Ayu Mas magenah ring taman, saduaning ngerahina Ida Ayu Mas Maketel mekarya ajengan ring pewaregan, dados keni tangan Ida Ratu Ayu Mas Maketel dening gigin pangikian, jarijin tangan Idane keni ka kikih dening gigin pangikian rikalaning Ida ngikih kelapa pacang keanggen Ida hangelawar ajengan – ajengan, dados barak sami tain kikiane ika, dening ia kena getih jarijin tangan Ida Ratu Ayu Mas Maketel.
 
Wastu tan sida antuk Ida malih pacang ngarereh kelapa saduaning Ida istri – istri ring Puri, dados ika durus anggen Ida, keratengin kebaksenin, di sampun merasa suryane makibeh kawuh lawut rawuh rabin Ida, ngaran I Dalem Dukut kesarengin antuk Ida Dalem Mecaling Ida Pepatih Agung, dwaning Ida pada kalingtang rasa luwe miwah kasad, dados Ida sareng kalih keaturin rayunan lan toya mewadah caratan, usan Ida sareng kalih angajengin toyane lawut Ida amangan sareng kalih, pada tan mahitung paran, ri sampun Ida pada usan ngajengan wawu hana ujar petakon Ida Ratu Gede Mecaling, Ida sane dadi Patih Agunge, metakon ring Ida Ratu Ayu Mas Maketel rabin Ida Dalem Dukut, 
 
Ih Ayu Mas ? kenken dadi barak endih makejang sambel gagecok kelapane tur nyak dadi melah tur jaen pesan? Apa ento kranane indayang orahin beli! Raris matur Ida Ratu Ayu Mas Maketel ring Ida Dalem Mecaling, tityang wantah ngalungsur kaiwangan tityang puniki ring beli sareng kalih, saiwang – iwang puniki dwaning tan wenten saking manah anggawe merupa kadi iki, taler titiang ngalungsur geng sinampura ring anggan beline sareng kalih dwaning saking jarijin tangan titiange polih keni kikihan, antuk gigin pangikihan puniki ngardi getih titiange nrebes wastu sami kelapane merupa abang kadi cingak tur rasayang beli sareng kalih, nanging boya sangkaning manah titiange mangda kelapane asapuniki, wenten manah titiang pacang malih ngarereh kelapa nanging tan wenten anak lanang panggihin titiang, dados kelapa puniki anggen titiang gagecok, tineresan titiang, mula gantin titiang mangda medaging iwang, langkung pisan yukti iwang titiang puniki ring anggan beli, saking titiang yuktin nyane ngaryanin beli sareng kalih ngajengang rah, nanging boya punika sangkaning manah titiang mangda tangan titiang puniki ngamedalang getih, ngantos ginegul puniki tangan titiang antuk kasa, indayang suryanin sareng kalih tangan titiang puniki beli, 
 
Tumuli nyawurin raris Ida Dalem Dukut, nah adi yaning keto tatwan adine ring beli , eda ento buin panjanganga , dening beli amangan sareng kalih sekadi biasa, sayan – sayan sumingkin idep beli ngajengang, kadi rasane tan suwud – suwud beli amangan, dening rasang beli sayan – sayan luwung.
Siosan ring kadi asapunika sabdan Ida Dalem Dukut, hana manih tatwan Ida Dalem Dukut, yaning kene rasa luwung nyane gagecok kena winangan, mirib luwung iwak manusane, wastu mesawur Ida Dalem Mecaling, mirib luwung kati yaning hana, dadi hana malih tatwan Ida Dalem Dukut ring Ida Dalem Mecaling tatwa sasingidan.
 
Nah ne hana wong rare anak cenik sesai ia melali diwangan batan taru bunute, sesai ia melali mai ento tegarang ambil jogot sawiji, dening hana dina rawuh Coma Kajeng Kliwon, raris eling Ida Dalem Mecaling ring tatwan Ida Dalem Dukut, lawut Ida Dalem Mecaling ngambil wong rarene ento sawiji rikalaning surup suryane kawuh, irika Ida ngambil ring batan bunute diwangan jogot Ida sawiji, raris Ida meratengan awengi, ika lawut Ida pesta awengi, dwaning sampun kerasayang Ida suba melah, dados Ida senunggal dina Kajeng Kliwon Ida ngambil wong rare sawiji – sawiji, anyelat molas rahina senunggal Kajeng Kliwon Ida makarya pesta, dados sayan wengi Jagat Nusane sayan tenget kabeh, makelamin nyane sayan meweh panjak Nusane,
 
Beh yaning kene setunggal dina Kajeng Kliwon wong rarene tetep ilang sawiji – sawiji, irika diwangan di batan bunute di jaba Puri, dados tangkil kawitokan I Gusti Jelantik Bogol ke Klungkung Bali Gelgel, parek ring Ida Dalem Batu Renggong ring Klungkung Bali Gelgel, rawuh dane saking tangkil lawut dane tan wani dane malih magenah ring Ped, dados dane ngesub doh magenah dane ring Sompang ring Nusa Penida. Sapirang dinan nyane raris rawuh Ida Dalem Batu Renggong ring Jagat Nusa Penida ring Ped, dwaning tan kengin Ida maduwe sameton buka kene, dadi sayan metu kebrahmantiyan kayun Ida Dalem Batu Renggong.
 
Ri sedek Ida Dalem Dukut ring jaba diwangan, serawuh Ida Dalem Batu Renggong lawut nyagjag tur amojar Ida Dalem Batu Renggong ring arep Ida Dalem Dukut, sojar Ida Dalem Batu Renggong, Ih Adi Dalem Dukut? Singja patut manusa amangan iwak manusa jatma, mirib tusing adi totosan Dewa angardinin adi, isin alasan mirib dadi jatma sangkal kene adi mangan iwak manusa jatma, sing ja adi numitis manusa, dening kene idep pengelaksanan adine patut cai suba pejahang beli, jani lakar pejahang beli apan adi anggawe idep hala ngaran, iki adi hila – hila dahat ngaran, dadi hana malih sabda Ida amatra Ida Dalem Dukut, inggih beli tityang wantah ngiring ring wecanan beline pacang kepejahang dening langkung idep tityange ala puniki, dwaning sampun puniki wirasayang tityang getih iwak manusa jatma, anggen tityang sampun nagingin uraban kelapne sane mekikih, dening getih kari matah, punika sampun polih wirasayang tityang tan wenten malih pacang nandingin wirasan becike puniki,
 
Dados gagecok kelapane punika mangda beli taler mekarya , gagecok bang utawi barak ri sampun tityang pejahe, yan pacang pujawali ring Khayanganyadyan ring Paumahan , mangda taler beli ngadikayang sami, getih bawine ginanggen, nanging elingang tan dados lebengan getihe ika dumun mangda matah ginanggon, mula ika
wirasang tityang ane madan uttamamelah luwung, nanging taler beli mekarya gagecok putih, inggih asapunika atur pari wekas tityang ne ring beli mangkin, inggih mangda taler beli ngilingang rawuh rwekasan, mangda eling tityang ring tityang, mangkin tityang nunas pamit pejah, lawut Ida Dalem Watu Renggong anrejang raris anebek,
 
Ring jaba lawut pejah Ida Dalem Dukut pamekas ring jaba Puri, dados tan dadi layon Idane pacang kapundut ring Puri, tan dados bersihin ring jeroning Puri, apan Ida pejah ring jaba diwangan jero Purine makanuwang sang mati doh, muwang mati ring alase, tan wenang ika ginawa bersihin ring jeroning karang umahe, dening sang buta khala khali, yan nia mati pejah ring jeroning karang paumahan ika wenang bersihin ring jeroning karang paumahan. 
 
Wusa sampun menersih layon Ida Dalem Dukut ring jaba, lawut irika ring jaba Ida kekaryaning Palinggih ring batan bunute Ida Dalem Dukut, dados kantun rabin Idane ring Puri I Ratu Ayu Mas Maketel sareng ring putran Ida sane istri Iratu Ayu Mas magenah ring Taman taler kesarengin Ida dening I Gotra Mecaling, Ida meparab Dalem Nusa Ratu Gede Papak Badeng malinggih Ida ring utara ring tepining segara taler Ida kayun amangan iwak manusa, dados malih Ida Dalem Batu Renggong kayune mangkin pacang nugel caling nyane I Dalem Nusa, Dados Ida Dalem Nusa tan kayun Ida pacang matugelcaling nyane, yan matugel caling tityang tan sida antuk tityang pacang amangan, dados mesaur Ida Dalem Batu Renggong, tur sada halus banban, nah adi, yaning aketo dadi adi amangan nanging rikalaning sasih kanem, sasih kapitu, kaulu,, Nanging yaning hana medaging cirine ring arep jebag manusane, hana cirinia ruaning pandan tur matorek pamor metampak dara ruaning pandan ika, lawut ginantung ring arep jebag pekarangan mepati antuk buluh tajep.
 
Yan hana buke keto cirin nyane, tan wenang adi memaksa jatma ring pekarangan ika, ane cen tusing ia medaging ciri, ento wenang adi memksa amangan ika, raris katugel caling Ida Dalem Nusa ring Gunung Agung Besakih, dados keambil keduduk tugelan muncuk caling nyane dening rabin Ida Dalem Watu Renggongdwaning ya kari Ida Dalem Nusa anganggen idep hala, amatining wong tanpa dosa, wastu malih Ida Dalem Watu Renggong pacang memaksa kayun Ida , pacang ngemademang Dalem Nusane, lawut Ida Dalem Watu Renggongangambil senjata keris sane luih, raris Ida memargi kairing dening rabi lawut sampun rawuh ring Ida ring Jagat Nusa ring Ped, digelis Ida Dalem Watu Renggong ngedawuhin Ida Dalem Nusa saking sisi diwangan, tanpajemuga ujar Ida Dalem Batu Renggong lawur Ida anebek Dalem Nusane, angusah hasa Ida anebek Dalem Nusane, nanging tan sida bingluh Dalem Nusane , ngantos meganti ganti senjata luih jati, nanging taler Ida Nusa tan sida pejah dening senjata luih,
 
Dados meweh Ida Dalem Batu Rengongdwaning Ida Dalem Batu Renggong tan sida pacang ngemademang Ida Dalem Nusane, wastu wenten atur Ida Dalem Watu Renggong ring ajeng rabin Ida, dados taler sekadi tityang mwewh, dwaning sampun
sauiring senjata luih, taler ia tan sida ngemademang Ida Dalem Nusane, Puniki tityang polih marupa caling, polih tityang ring Besakih daweg tityang tangkil ngiring beli ring Besakih tityang polih, Indayang niki anggen ngemademang Ida Dalem Nusane, dados sekadi langsuh pesawur Ida Dalem Watu Renggong ring rabin Ida, Ih adi, kalengke marupa kene ia pacang nyidayang luglud, ane sedeng senjata keris ane madan uttama luih ya tusing nyidayangkelet, apa kalingke marupa kene, dados malih rabin Ida Dalem Watu Renggong matur alus tur banban, ih beli indayang niki ambil anggen ngemademang ipun Dalem Nusane, yan taler tan nyidayang pinih becik mantuk , sinah beli pacang ngaoning, raris Ida Dalem Batu Renggong angambil calinge ika, caling ika jaga anggen tategaran anebek Ida Dalem Nusane, diwawu Ida Dalem Batu Renggong pacang ngusah hasa pacang nebekang, lawut kacingak antuk Ida Dalem Nusa, sadurung Ida Dalem Batu Renggong nebekang, raris Ida Dalem Nusa Pejah, ngaran. Dados sami Ida matemahan wong sunia, sami dados tan kepanggih dening marupa sunia ngaran, kairing Ida antuk Bhuta Bhuti Khala Khali, Ibale Samar I Ratu Gede Mecaling ngaran Ida Dalem Nusa Iapak Badeng ring Ped, Ida mula drika duk dumun, menadi sayan tenget Jagat Nusan Penidane kabeh.
 
Rawuh magkin mula saking Ida angawe gering panes, tis, gerah merapah, gering garubug, nngutah bayar, sedina – dina wong pejah, sangkan hana den ira manusa mapiuning tur mapinunas tirta pakuluh, sami ngiring tur hana den sira caruning sasih, maduluran metabuh rah, rikalaning magentos ikang sasih anyelat telung dasa dina rahina metabuh rah. 
 
Iki pangeling – eling ngaran ring Jagat Nusa Penida ngaran, sangkaning hana ia meharan Jagat Ped, hana saking kepaid ya magenah irika Ida Dalem Dukut, tur pejah Ida Dalem Dukut tur kepaid - paid . telas, 
 
Mangkana tingkaing bumi Nusa nguni kala, aja wera muwang cawuh ring sapedagingan iki, apan nia uttama ngaran Panyungsungan Jagat Nusa lan Jagat Bali. Jahte smat ayuwa pati cawuh muwang wera, yan hana ngawerayang sedaging iki, wenang kaupedrawede Ira Bhetara Ped, Jagat Nusa Penida. Puput sinurat malih manut kadi babon nia ring Tanggal 22 Oktober 2005. olih Mangku Tude Gembrong, Banjar Nyuh. Desa Adat Nyuh Kukuh, Desa Ped. Nusa Penida. Klungkung Bali.
OM Sidhir astu yanamah. OM Suksma maha sampurna ya namah



Share:

CUPLIKAN ULASAN

Translate

Google+ Followers

Coba cari disini

Medsos

FacebookTwitterGoogle+InstagramLinkedinPathYahoo